
Kungfu Sengatan Listrik Purba
Oleh: Bhikkhu Dhammaraja
A. Teori
Para Bhikkhu, Aku akan menerangkan Dhamma yang baik pada awalnya, baik pada pertengahan dan baik pada akhirnya, dengan arti dan ungkapan yang benar, dan Aku akan memberitahukan satu kungfu yang sangat sempurna dan murni, yang disebut Kungfu Sengatan Listrik Purba.
“Enam landasan di dalam diri seorang dapat dimengerti.
Enam landasan luar dapat dimengerti.
Enam kelompok kesadaran dapat dimengerti.
Enam kelompok kontak dapat dimengerti.
Enam kelompok perasaan dapat dimengerti.
Enam kelompok keinginan dapat dimengerti.
‘Enam landasan di dalam diri seseorang dapat dimengerti,’ demikian dikatakan. Lalu dengan dasar apa hal ini dikatakan? Enam landasan itu adalah mata, telinga, hidung, lidah, badan, pikiran. Maka berdasarkan hal-hal tersebut dapat dikatakan: ‘Enam landasan di dalam diri seseorang dapat dimengerti.’ Ini adalah enam yang pertama.
Enam landasan luar dapat dimengerti,’ demikian dikatakan. Lalu dengan dasar apa hal ini dikatakan? Enam landasan itu adalah bentuk, suara, bebauan, rasa, wujud, dhamma. Maka, berdasarkan hal-hal tersebut dapat dikatakan: ‘Enam landasan luar dapat dimengerti.’ Ini adalah enam yang kedua.
‘Enam kelompok kesadaran dapat dimengerti,’ demikian dikatakan. Lalu dengan dasar apa hal ini dikatakan? Tergantung pada penglihatan dan kesadaran akan bentuk-bentuk penglihatan timbul, tergantung pada pendengaran dan kesadaran akan suara-suara timbul, tergantung pada penciuman dan kesadaran akan bebauan timbul, tergantung pada pencerapan dan kesadaran akan rasa-rasa timbul, tergantung pada tubuh dan kesadaran akan wujud-wujud tubuh timbul, tergantung pada pikiran dan kesadaran akan dhamma-dhamma pikiran timbul. Maka dengan dasar-dasar tersebut dapat dikatakan: ‘Enam kelompok kesadaran dapat dimengerti.’ Ini adalah enam yang ketiga.
‘Enam kelompok kontak dapat dimengerti,’ demikian dikatakan. Lalu dengan dasar apa hal ini dikatakan? Tergantung pada penglihatan dan kesadaran akan bentuk-bentuk penglihatan muncul, kesamaan dari ketiganya adalah kontak; tergantung pada pendengaran dan kesadaran akan suara-suara timbul, kesamaan dari ketiganya adalah kontak; tergantung pada penciuman dan kesadaran akan bebauan timbul, kesamaan dari ketiganya adalah kontak; tergantung pada pencerapan dan kesadaran akan rasa-rasa timbul, kesamaan dari ketiganya adalah kontak; tergantung pada badan dan kesadaran akan wujud-wujud tubuh timbul, kesamaan dari ketiganya adalah kontak; tergantung pada pikiran dan kesadaran akan dhamma-dhamma pikiran timbul, kesamaan dari ketiganya adalah kontak. Maka dengan dasar tersebut dapat dikatakan: ‘Enam kelompok kontak dapat dimengerti.’ Ini adalah enam yang keempat.
Enam kelompok perasaan dapat dimengerti,’ demikian dikatakan. Lalu dengan dasar apa hal ini dikatakan? Tergantung pada penglihatan dan kesadaran akan bentuk-bentuk penglihatan timbul, kesamaan dari ketiganya adalah kontak, dengan kontak seperti keadaan maka ada perasaan; tergantung pada pendengaran dan kesadaran akan suara-suara timbul, kesamaan dari ketiganya adalah kontak; dengan kontak seperti keadaan maka ada perasaan; tergantung pada penciuman dan kesadaran akan bebauan timbul, kesamaan dari ketiganya adalah kontak, dengan kontak seperti keadaan maka ada perasaan; tergantung pada pencerapan dan kesadaran akan rasa-rasa timbul, kesamaan dari ketiganya adalah kontak, dengan kontak seperti keadaan maka ada perasaan; tergantung pada tubuh dan kesadaran akan wujud-wujud badan timbul, kesamaan dari ketiganya adalah kontak, dengan kontak seperti keadaan maka ada perasaan. Maka dengan dasar-dasar tersebut dapat dikatakan: ‘Enam kelompok perasaan dapat dimengerti.’ Ini adalah enam yang kelima.
‘Enam kelompok perasaan dapat dimengerti,’ demikian dikatakan. Lalu dengan dasar apa hal ini dikatakan? Tergantung pada penglihatan dan kesadaran akan bentuk-bentuk penglihatan timbul, kesamaan dari ketiganya adalah kontak, dengan kontak seperti keadaan maka ada perasaan, dengan perasaan seperti keadaan maka ada keinginan; tergantung pada pendengaran dan kesadaran akan suara-suara timbul, kesamaan dari ketiganya adalah kontak; dengan kontak seperti keadaan maka ada perasaan, dengan perasaan seperti keadaan maka ada keinginan; tergantung pada penciuman dan kesadaran akan bebauan timbul, kesamaan dari ketiganya adalah kontak, dengan kontak seperti keadaan maka ada perasaan, dengan perasaan seperti keadaan maka ada keinginan; tergantung pada pencerapan dan kesadaran akan rasa-rasa timbul, kesamaan dari ketiganya adalah kontak, dengan kontak seperti keadaan maka ada perasaan, dengan perasaan seperti keadaan maka ada keinginan; tergantung pada tubuh dan kesadaran akan wujud-wujud tubuh timbul, kesamaan dari ketiganya adalah kontak, dengan kontak seperti keadaan maka ada perasaan, dengan perasaan seperti keadaan maka ada keinginan; tergantung pada pikiran dan kesadaran akan dhamma-dhamma pikiran timbul, kesamaan dari ketiganya adalah kontak, dengan kontak seperti keadaan maka ada perasaan, dengan perasaan seperti keadaan maka ada keinginan. Maka dengan dasar-dasar tersebut dapat dikatakan: ‘Enam kelompok kesadaran dapat dimengerti.’ Ini adalah enam yang keenam.
B. Konsep
‘Jika seseorang berkata bahwa penglihatan adalah aku sendiri, hal itu tidak dapat dipertahankan. Naik dan turunnya penglihatan adalah jelas2). Sekarang karena naik dan turunnya jelas, maka dia mengikuti dirinya sendiri naik dan turun. Oleh karena itu, jika seseorang berkata bahwa penglihatan adalah aku sendiri, hal itu tidak dapat dipertahankan.
(ii). ‘Jika seseorang berkata bahwa bentuk-bentuk adalah aku sendiri, hal itu tidak dapat dipertahankan …’
(iii). ‘Jika seseorang berkata bahwa kesadaran penglihatan adalah aku sendiri, hal itu tidak dapat dipertahankan … ‘
(iv). ‘Jika seseorang berkata bahwa kontak penglihatan adalah aku sendiri, hal itu tidak dapat dipertahankan … ‘
(v). ‘Jika seseorang berkata bahwa perasaan adalah aku sendiri, hal itu tidak dapat dipertahankan …’
(vi). ‘Jika seseorang berkata bahwa keinginan adalah aku sendiri, hal itu tidak dapat dipertahankan …’
11.2. (i). ‘Jika seseorang berkata bahwa pendengaran adalah aku sendiri, hal itu tidak dapat dipertahankan …’
(ii). ‘… suara-suara adalah aku sendiri …
(iii). ‘… kesadaran akan suara adalah aku sendiri …
(iv). ‘… kontak pendengaran adalah aku sendiri …
(v). ‘… perasaan adalah aku sendiri …
(vi). ‘… keinginan adalah aku sendiri … tidak dapat dipertahankan.
12.3. (i). ‘Jika seseorang berkata bahwa penciuman adalah aku sendiri, hal itu tidak dapat dipertahankan …
(ii). ‘… bebauan adalah aku sendiri …
(iii). ‘… kesadaran penciuman adalah aku sendiri …
(iv). ‘… kontak penciuman adalah aku sendiri …
(v). ‘… perasaan adalah aku sendiri …
(vi). ‘… keinginan adalah aku sendiri … tidak dapat dipertahankan.
13.4. (i). ‘Jika seseorang berkata bahwa pencerapan adalah aku sendiri, hal itu tidak dapat dipertahankan …
(ii). ‘… rasa-rasa adalah aku sendiri …
(iii). ‘… kesadaran akan pencerapan adalah aku sendiri …
(iv). ‘… kontak pencerapan adalah aku sendiri …
(v). ‘… perasaan adalah aku sendiri …
(vi). ‘… keinginan adalah aku sendiri … tidak dapat dipertahankan.
14.5. (i) ‘Jika seseorang berkata bahwa badan adalah aku sendiri, … hal itu tidak dapat dipertahankan …
(ii). ‘… bentuk-bentuk adalah aku sendiri …
(iii). ‘… kesadaran akan tubuh adalah aku sendiri …
(iv). ‘… kontak badan adalah aku sendiri …
(v). ‘… perasaan adalah aku sendiri …
(vi). ‘… keinginan adalah aku sendiri … tidak dapat dipertahankan.
15.6. (i). ‘Jika seseorang berkata bahwa pikiran adalah aku sendiri, hal itu tidak dapat dipertahankan. Sekarang sejak naik dan turunnya adalah suatu hal yang jelas mengikuti naik dan turunnya itu sendiri. Oleh karena itu, jika seseorang berkata bahwa pikiran adalah aku sendiri, itu tidak dapat dipertahankan.’
(ii). ‘… dhamma-dhamma adalah aku sendiri …
(iii). ‘… kesadaran akan pikiran adalah aku sendiri …
(iv). ‘… kontak pikiran adalah aku sendiri …
(v). ‘… perasaan adalah aku sendiri …
(vi). ‘… keinginan adalah aku sendiri … tidak dapat dipertahankan.
C. Kungfu Sengatan Listrik Purba
Sekarang para bhikkhu, jalan yang menuntun kemunculan dari Sengatan Listrik Purba adalah:
17.1. (i-vi). Seseorang melihat mata sebagai ‘Ini adalah magnet.’
Dia melihat bentuk-bentuk sebagai ‘Ini adalah magnet.’
Dia melihat kesadaran akan penglihatan sebagai ‘Ini adalah magnet.’
Dia melihat kontak mata sebagai ‘Ini adalah magnet.’
Dia memandang perasaan sebagai ‘Ini adalah magnet.’
Dia melihat keinginan sebagai ‘Ini adalah magnet.’
18.2. (i-vi). Seseorang memandang telinga sebagai ‘Ini adalah magnet …
19.3. (i-vi). Seseorang memandang hidung sebagai ‘Ini adalah magnet …
20.4. (i-vi). Seseorang memandang lidah sebagai ‘Ini adalah magnet …
21.5. (i-vi). Seseorang memandang tubuh sebagai ‘Ini adalah magnet …
22.6. (i-vi). Seseorang memandang pikiran sebagai ‘Ini adalah magnet.’
Dia memandang dhamma-dhamma sebagai ‘Ini adalah milikku, Ini adalah magnet.’
Dia memandang kesadaran akan pikiran sebagai ‘Ini adalah magnet.’
Dia memandang kontak pikiran sebagai ‘Ini adalah magnet.’
Dia memandang perasaan sebagai ‘Ini adalah magnet.’
Dia memandang keinginan sebagai ‘Ini adalah magnet.’
D. Jurus-Jurus Sengatan Listrik Purba
Sekarang para bhikkhu, jalan yang menuntun ke jurus-jurus Sengatan Listrik Purba adalah sebagai berikut:
24.1. (i-vi). Seseorang memandang mata sebagai ‘Ini adalah listrik.’
Dia memandang bentuk-bentuk sebagai ‘Ini adalah listrik.’
Dia memandang kesadaran akan penglihatan sebagai ‘Ini adalah listrik.’
Dia memandang kontak penglihatan sebagai ‘Ini adalah listrik.’
Dia memandang perasaan sebagai ‘Ini bukan milikku, Ini adalah listrik.’
Dia memandang keinginan sebagai ‘Ini bukan milikku, Ini adalah listrik.’
25.2. (i-vi). Seseorang memandang kuping sebagai ‘Ini adalah listrik …’
26.3. (i-vi). Seseorang memandang hidung sebagai ‘Ini adalah listrik …’
27.4. (i-vi). Seseorang memandang lidah sebagai ‘Ini adalah listrik …’
28.5. (i-vi). Seseorang memandang tubuh sebagai ‘Ini adalah listrik …’
29.6. (i-vi). Seseorang memandang pikiran sebagai ‘Ini adalah listrik …’
E. Pertarungan dengan Kungfu Sengatan Listrik Purba
1. (i-vi). Para bhikkhu, tergantung pada penglihatan dan kesadaran akan bentuk-bentuk penglihatan timbul, kesamaan dari ketiganya adalah kontak, dengan kontak seperti keadaan lalu timbul apa yang dirasakan seperti menyenangkan atau menyakitkan atau tidak menyakitkan maupun tidak menyenangkan. Ketika seseorang dalam perasaan senang, dia tidak menikmati atau menegaskan atau menerimanya, kemudian tidak ada kecenderungan pokok yang berkeinginan untuk mendasarinya. Ketika seseorang dalam perasaan sedih, dia tidak merasa sedih, berduka cita dan meratap, dia tidak memukuli dadanya, meneteskan air mata dan menjadi bingung, lalu tidak ada kecenderungan pokok yang bertahan mendasarinya. Meskipun seseorang tidak dalam perasaan sedih maupun senang dia mengerti apa yang sebenarnya, asal dan akhir dari perasaan tersebut, atau kepuasan, bahaya dan pelarian (dalam setiap hal), lalu tidak ada kecenderungan pokok yang mengabaikan dasarnya. Kemudian sesungguhnya, para bhikkhu, bahwa dia akan di sini dan mengakhiri penderitaan dengan menghentikan kecenderungan pokok untuk perasaan menyenangkan, dengan menghapus kecenderungan pokok untuk melawan perasaan menyakitkan, dan dengan menghapus kecenderungan pokok untuk mengabaikan perasaan yang tidak menyakitkan maupun yang tidak menyenangkan, menghentikan kebodohan dan mempunyai pengetahuan benar, hal itu mungkin.
37.2. (i-vi). Tergantung pada telinga dan suara-suara …
38.3. (i-vi). Tergantung pada hidung dan bebauan …
39.4. (i-vi). Tergantung pada lidah dan rasa-rasa …
40.5. (i-vi). Tergantung pada badan dan wujud-wujud …
41.6. (i-vi). Tergantung pada pikiran dan dhamma-dhamma … Kemudian para bhikkhu, bahwa dia harus mengakhiri penderitaan, di sini dan sekarang dengan menghentikan kecenderungan pokok yang menginginkan perasaan yang menyenangkan, dengan menghapus kecenderungan pokok melawan perasaan menyakitkan, dan dengan menghapus kecenderungan pokok untuk mengabaikan baik perasaan yang menyakitkan maupun yang menyenangkan, menghentikan ketakpedulian dan mempunyai pengetahuan benar hal itu adalah mungkin.
(jika ia menerima, ia terkena jutaan volt Listrik Purba)
F. Penutup Kitab
Oleh karena itu, lalu seorang siswa mulia terpelajar yang baik menjadi bebas terhadap penglihatan, menjadi bebas terhadap bentuk-bentuk, menjadi bebas terhadap kesadaran akan penglihatan, menjadi bebas terhadap kontak penglihatan, menjadi bebas terhadap perasaan, menjadi bebas terhadap keinginan.
Dia menjadi bebas terhadap telinga …
Dia menjadi bebas terhadap hidung …
Dia menjadi bebas terhadap lidah …
Dia menjadi bebas terhadap tubuh …
Dia menjadi bebas terhadap pikiran, dia menjadi bebas terhadap dhamma-dhamma, menjadi bebas terhadap kesadaran akan pikiran, menjadi bebas terhadap kontak pikiran, menjadi bebas terhadap perasaan, menjadi bebas terhadap keinginan.
Menjadi bebas, (keinginannya) lenyap; dengan lenyapnya (keinginan) dia terbebas; ketika (pikirannya) terbebas, datanglah pengetahuan ‘Dia terbebas.’ Dia mengerti: ‘Kelahiran adalah melelahkan, kehidupan brahmana telah ditempuh, apa yang harus dikerjakan sudah dikerjakan, Aku sudah menguasai Sengatan Listrik Purba.’ “











